Total Tayangan Halaman

Selasa, 11 Januari 2011

resensi5

Judul Buku: The History of Java
Penulis: Thomas Stamford Raffles
Penerjemah: Eko Prasetyaningrum, dkk
Penerbit: Narasi, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal : xxxvi + 904 halaman

Terbit pertama kali pada tahun 1817, buku ini pantas disebut sebagai salah satu mahakarya abad ke-19. Penulisnya Sir Thomas Stamford Raffles (1781-1826) sudah sangat terkenal. Dialah Letnan Gubernur Inggris di Indonesia pada 1811-1816. Pada 1965, Oxford University Press di Inggris menerbitkannya kembali dalam dua jilid, kemudian lagi pada 1978. Beberapa perpustakaan universitas di Indonesia menyimpan buku ini. Tetapi dari pengamatan, buku yang masuk di bagian referensi ini tampaknya jarang sekali disentuh. Mungkin karena berbahasa Inggris.

Oleh karena itu, apresiasi yang tinggi pantas diberikan kepada penerbit yang menerjemahkan dan menerbitkan buku sangat penting ini. Ada yang agak janggal memang. Satu di antaranya, yang muncul di internet: ''Tak terbayangkan karya sepenting ini butuh waktu hampir 200 tahun untuk diterjemahkan, dan bukan oleh (penerbit) major label (pula).''

Ketika baru terbit pada 1817, seorang pengkritik mengatakan, penulisan The History of Sumatra (1811) karya William Marsden lebih bagus dibanding buku ini. Mungkin ada benarnya. Para pembaca masa kini bisa membandingkan keduanya, karena karya Marsden juga telah diterbitkan tahun ini oleh Penerbit Komunitas Bambu. Tetapi, jelas, karya Raffles jauh lebih kaya sumber-sumbernya. Ia terjun langsung berbulan-bulan di berbagai daerah di Jawa dan Bali, sementara Marsden lebih bergantung pada referensi-referensi Portugis.

Sebagai mahakarya, buku ini memang sangat kaya informasi. Oleh karena itu, sebenarnya terlalu naif rasanya mencoba menjelaskan isi buku hampir 1.000 halaman ini hanya dalam kolom pendek di koran ini. Inilah ''buku babon Jawa'' yang luar biasa, yang merangkai semua hal tentang Jawa.

Dilengkapi gambar-gambar sketsa, Raffles yang terpesona eksotisme Jawa melukiskan beragam sudut kehidupan masyarakat Jawa di masanya. Tentang sejarah Jawa, ciri dan karakter orang Jawa, kebiasaan-kebiasaannya, agama, bahasa, seni, budaya, dan sebagainya. Dengan bantuan berbagai pihak, Raffles menerjemahkan beragam sumber seperti naskah Bharatayuda dan Babad Tanah Jawa.

Mengawali bukunya yang terdiri 11 bab, Raffles memaparkan situasi geografi Pulau Jawa, lengkap dengan kota pelabuhan, gunung, sungai, danau, iklim, mineral, sayur-sayuran hingga binatang.

Raffles mengatakan, entah dari apa nama ''Jawa'' berasal. Tidak jelas. Ada yang menyebut nama itu berasal dari kata ''Jawa-wut'', suatu jenis padi-padian, yang mungkin menjadi bahan pangan pokok pada masa awal. Pada masa sebelumnya, ada juga istilah lain yakni Nusa hara-hara atau Nusa kendang.

Raffles mengungkapkan kekaguman atas suburnya sebagian besar tanah di Jawa. Ia menyatakan, hal itu mungkin karena banyak gunung di pulau ini. Berbagai tumbuhan dan hasil pertaniannya sangat beragam.

Bagaimana orang-orang Jawa menurut pandangan Raffles? Ia mengatakan, wajah kaum wanita tidaklah begitu bagus seperti kaum laki-laki Jawa. Dan, di mata orang-orang Eropa, banyak wanita yang ''buruk'' wajahnya, khususnya setelah usia tua. Tetapi dikatakan, itu semua tampaknya wanita Jawa yang bekerja berat.

Berbeda dengan penguasa Belanda, sikap Raffles cenderung positif dalam menilai orang-orang Jawa. Raffles menilai orang-orang Jawa sebagai ''orang-orang yang mudah bergaul dan sopan, penuh hormat dan bahkan cenderung malu-malu, tidak pernah kasar, tapi mereka lamban dalam gerak.''

Laki-laki Jawa umumnya mempunyai seorang istri. Tetapi banyak pejabat seperti lurah memiliki istri lebih dari satu. Para bupati biasa mempunyai tiga atau empat istri, sementara para raja bisa 8 hingga 10.

Tentang orang-orang asing yang tinggal di Jawa, Raffles mengatakan yang paling banyak adalah orang China (Tionghoa). Pada awal 1800-an, jumlah orang Tionghoa ada sekitar 100.000 orang, kebanyakan tinggal di Batavia, Semarang dan Surabaya. Sebagian kecil lainnya tinggal di kota-kota kecil.

http://arkeologi.web.id/articles/wacana-arkeologi/55-the-history-of-java-thomas-stamford-raffles-resensi-buku-

resensi4

Judul Buku : Mengenal Hardware-Software dan Penegelolaan Instalasi Komputer Penulis: Melwin Syarizal Daulay
Penerbit: Andi Yogyakarta
Tahun Terbit : 2007
ISBN : 978-979-29-0218-1
Jumlah Halaman:320 Halaman
Dimensi: 16x23 cm

Diskripsi: Bagi Anda yang ingin menambah pengetahuan tentang seluk-beluk komputer dan lebih jauh lagi bisa merakit atau sekedar mengotak-atik komputer,maka buku Mengenal Hardware-Software & Pengelolaan Instalasi Komputer, terbitan Andi ,Yogyakarta ini layak untuk dijadikan pedoman atau panduan yang sangat bagus. Dalam buku ini dibahas antara lain pada bab I membahas secara mendalam mengenai sejarah Teknologi Informasi dan Komputer, disini dijelaskan sejak jaman prasejarah yaitu sekitar sebelum 3000 SM,kemudian masa Sejarah yaitu berkisar tahun 3000 SM a/d 1400-an Masehi,dan Masa Modern sekitar tahun 1400-an Masei s/d sekarang.
Dalam sejarah awalnya komputer, Komputer Elektronik dan lahirnya Komputer PC,kemudian dibahas mengenai sytem komputer yang terdiri dari Perangkat Keras,perangkat Lunak dan Sumber daya manusia sebagai pengguna komputer itu sendiri. Pada bab II dibahas mengenai Hardware komputer yang terdiri dari Casing, & Power supply,kemudian bab III dijelaskan secara mendetail beserta gambar-gambar komponen moherboard. Bab IV kusus membahas Prosesor, disini dibahas mengenai kecepatan prosesor vs kecepatan motherboard. Kemudian mengenal lebih jauh mengenai prosesor Desktop dan server. Bab V membahas memori baik SRAM dan DRAM dan floppy disk,Optical Disk,Hardisk dan Extention Memory.Pada Bab VI mengenai Video graphic Adapter yaitu VGA,AGP dan PCI Exspress. Bab VII kusus Sound Adapter,Bab VIII mengenai monitor dilanjutkan Instalasi PC dan pinsip kerja komputer.
Bagi pemula dan umum sangat berguna sekali untuk bisa menguasai seluk-beluk komputer, sehingga bila pada saat penggunaan dalam sehari-hari menemui masalah yang sifatnya ringan bisa diperbaiki sendiri dan bahkan nantinya asal ada kemauan dan mau berpraktek akan bisa merakit komputer sendiri. Selain buku, disertai juga CD panduan merakit komputer dari persiapan casing,pemasangan motherboar,Floppy disk,hardisk dan kabel-kabel powernya sampai dengan instalasi pogram windowsnya, pokoknya lengkap dan praktis. Dan tujuan buku ini sendiri memang untuk melahirkan praktisi-praktisi komputer sehingga bisa menggunakan komputer,merawat dan merakit komputer. So pilihan bagus untuk menambah koleksi buku-buku komputer kamu dirumah…

Lebih lanjut tentang: Resensi Buku Mengenal Hardware-Software dan Penegelolaan Instalasi Komputer

Link yang relevan : http://goeswriting.wordpress.com

resensi3

Noda-Noda Perusak Aqidah dalam Kehidupan Sehari-hari

... Ringkasan Buku ...
http://buku-islam.blogspot.com


Judul : Noda-Noda Perusak 'Aqidah dalam Kehidupan Sehari-hari
Penulis : Wahid 'Abdussalam Baali
Penerbit : Pustaka Ibnu 'Umar
Cetakan : Pertama, Syawal 1430 H/ Oktober 2009
Halaman : xx+105


Buku ini memuat banyak kerusakan-kerusakan aqidah di dalam kehidupan manusia. Perlu bagi kita menyimak buku ini agar kita tahu hal-hal apa saja yang termasuk dalam merusak aqidah Islam.

Ada puluhan pembahasan yang dimuat dalam buku ini, memuat 80 hal yang merusak aqidah Islam. Diantaranya tentang mempercayai dukun dan peramal (paranormal).

MEMPERCAYAI DUKUN DAN PERAMAL (PARANORMAL)

Sebagian orang datang kepada dukun dan paranormal untuk melepaskan diri mereka dari sihir, atau untuk mendapatkan dan menarik suatu kebaikan menurut persangkaannya. Orang yang patut dikasihani ini tidak tahu bahwa dengan kedatangannya kepada dukun, maka ia telah kehilangan pahala 200 kali shalat (fardhu) dari timbangan kebaikannya. Ini berdasarkan riwayat Muslim dalam Shahiih-nya, dari sebagian Ummul Mukminin bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda (artinya):

"Barangsiapa mendatangi paranormal, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya 40 malam (dengan siangnya)." (Shahih: Muslim dan Ahmad. Shahiihul Jaami' (no. 5940)).

Sebagian orang datang kepada para peramal untuk mengetahui masa depan. Lalu peramal itu berkata, "Kamu akan menikah dengan si anu, akan memiliki anak demikian, dan semacamnya." Hal ini termasuk kekufuran, karena hal yang ghaib mutlak hanya diketahui Allah. Oleh karena itu Imam Ahmad dan al Hakim meriwayatkan hadits yang dishahihkan oleh al Albani dalam Shahiihul Jaami' dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda (artinya):

"Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun, lalu ia membenarkan apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur kepada (al Qur'an) yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam." (Shahih: Ahmad dan al Hakim. Jaami'


sumber : Resensi Buku Islam

Perempuan dan Sepak Bola

      Selama ini, laki-laki merupakan aktor utama dalam sepak bola. Namun perempuan pun mulai mewarnai dunia sepak bola. Lihat saja piala dunia 2010 di Afrika Selatan, liga Champions, liga Super Indonesia, hingga piala AFF baru-baru ini, stadion tidak hanya dipadati oleh kaum laki-laki tetapi juga kaum perempuan. Mereka memakai aksesoris bola sebagai rasa kecintaan pada skuad yang didukung. Bersama dengan para lelaki di stadion, mereka meneriakkan nama-nama pemain yang mereka idolakan. Mereka juga menyanyikan lagu untuk memberi semangat pada tim.

      Meskipun sebenarnya tidak tahu menahu tentang aturan permainan sepak bola, mereka tetap menontonnya demi melihat pemain pujaannya bermain di lapangan hijau. Mereka akan berteriak-teriak histeris saat pemain kesukaannya menggiring bola. Mereka lantas marah jika wasit memberi kartu kuning padanya. Awalnya mereka hanya menyukai satu pemain yang diidolakannya saja. Namun lambat laun klub di mana mereka main juga akan mereka sukai. Liga-liga yang dilombakan akan selalu mereka tonton. Mereka pun mulai mencari tahu apa itu offside, tendangan bebas, tendangan penjuru, arti pemain sayap, belakang, dan aturan permainan lainnya.
Pada awalnya, terkadang perempuan hanya ikut-ikutan saja untuk beramai-ramai menonton pertandingan dengan sebelas pemain itu. Mereka larut dalam euforia hebohnya suporter yang menyanyikan lagu untuk menyemangati klub. Akhirnya setelah ikut-ikutan saja, mereka benar-benar menyukai sepak bola.

      Tidak sedikit juga perempuan yang mengaku suka sepak bola karena memang permainannya seru. Menurut mereka permainan sepak bola merupakan sesuatu yang menantang karena butuh komunikasi dan kekompakan tim.


http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

resensi2

judul: Rock N’ Roll Mom
Peresensi: Truly Rudiono
Penulis : Bunda Iffet &Darmawan S
Terbit : November 2010
Penerbit: Hikmah

Kasih ibu kepada beta
Tak terkira sepajang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia……….
Sebuah lagu  sederhana yang indah, namun memiliki makna luar biasa.
Jika bicara soal kasih ibu, sepertinya tak akan pernah cukup waktu yang tersedia.
Kasih ibu memang tiada duanya. Banyak kisah seputar kasih ibu. Ibu yang merelakan kupingnya untuk anak gadis tercinta, ibu yang menjajakan dirinya demi kelangsungan hidup sang anak, ibu yang menjadi pemulung, hingga ibu yang menjadi presiden namun tetap mengutamakan sang anak.
Cara  ibu mendidik anak juga beraneka macam. Ada yang mendidik dengan pukulan, dengan bentakan , namun ada juga dengan penuh pengertian dan kasih sayang. Bunda  Iffet  contohnya. Anggota tak resmi Slank ini patut diberikan  acungan jempol karena sukses membawa Slank bebas dari pengaruh narkoba.
Siapa yang tak mengenal Bunda   Iffet . Sosoknya selalu menjadi bayang-bayang Slank. Kemana  Slank pergi selalu ada Bunda Iffet. Kesuksesan Slank juga tak terlepas dari sosok Bunda Iffet . Bahkan saking terkenalnya Bunda Iffet, beliau cukup mencubit  Slanker yang dinilai sedikit keterlaluan saat show, maka Slanker yang tadi berulah dijamin segera  menjadi anak manis.
Iffet Veceha    lahir pada 12 Agustus 1937.  Bunda Iffet merupakan sosok  ibu yang lembut dan penuh pengertian, tidak pernah mengeluh apalagi meminta pamrih, senang dan tulus mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Menikah dengan Sidharta Soemarno diusia 25 tahun. Hingga saat ini filsafat rumah bambu terus dianutnya dalam menjalani kehidupan rumah tangganya. Filsafat itu juga yang membuat Bunda kuat menghadapai segala cobaan, termasuk saat harus menerima kenyataan Bimbim dan Kaka terjerat Narkoba.
Terbujuk rayuan teman di Bali tahun 1994 lalu, Bimbim dan, Kaka mencoba mencicipi ”obat langit” yang membuat pemakainya melayang-layang dan ketagihan. Walau awalnya malah menguras isi perut mereka. Namun ternyata belakangan mereka malah tak bisa terlepas dari pesonanya.
Sekitar akhir tahun 1996, Bunda memutuskan untuk bergabung  dalam manajemen Slank. Selain memang untuk mengurusi urusan manajemen, dengan bergabungnya bunda  dalam manajemen otomatis Bunda Iffet akan  selalu berada dekat dengan Slank. Sehingga proses usaha penyembuhan yang sedang diupayakannya bisa lebih maksimal.


 http://resensibuku.com/?p=1037#more-1037

opini

Mau Jadi Konsumen atau Produsen Kata?



Sudah biasa bila orang Indonesia suka menggunakan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, daripada bahasa Indonesia.pemakaian bahasa iklan, maupun judul-judul program acara di televisi.

apa semua ini masalah gengsi. Mungkin dengan menggunakan kata asing rasanya lebih afdol, terlihat lebih pintar. Dan mungkin sebagian besar orang nampaknya memang begitu.

Tapi saya pun menyadari kenapa kebanyakan orang suka menggunakan bahasa asing. Harus diakui bahasa  asing terutama bahasa Inggris, adalah bahasa yang ‘tua' dan banyak digunakan di percakapan internasional.  Maka bahasa Inggris menjadi sangat kaya dan penuh makna.

Lalu apakah sebaiknya kita menggunakan bahasa asing saja? Hmm tergantung. Anda mau menjadi konsumen atau produsen?  Menjadi konsumen adalah bila Anda tidak mau susah. Karena menggunakan  bahasa asing, seperti bahasa Inggris, mungkin lebih bertenaga.

Namun saranku, bila berbicara dengan sesama orang Indonesia, sebaiknya gunakan bahasa Indonesia. Seandainya ada makna bahasa yang susah ditemukan dalam bahasa Indonesia, mari kita ‘memproduksi' kata-kata baru. Sehingga bahasa Indonesia kita makin kaya. Beberapa media cetak, seperti Tempo dan Kompas, adalah media-media yang rajin memproduksi kata-kata baru dalam bahasa Indonesia. Misalnya kata download dan upload yang diterjemahkan menjadi kata unduh dan unggah.

Kenapa kita perlu memperkaya bahasa Indonesia?

Aku teringat kata-kata seorang penggiat bahasa Indonesia, Ivan Lanin. Ketika ditanya apa motivasinya menjadi penggiat bahasa, dia menjawab ini untuk anak-anaknya. Dia tidak mau nanti anak-anaknya tidak punya identitas, karena bahasa Indonesia  jarang digunakan. Juga aku termotivasi ketika seorang rekan kebangsaan Filipina, mengatakan iri pada bangsa Indonesia, karena punya bahasa nasional tersendiri , yaitu bahasa Indonesia. Meskipun di Filipina ada bahasa lokal, yaitu Tagalog tapi bahasa nasional mereka adalah Inggris. Menurutnya kadang mereka krisis identitas, ketika menggunakan bahasa Inggris, apakah mereka orang Filipina atau Amerika.

Dua pernyataan di atas menyadarkan aku, bahwa bahasa Indonesia ini masih ‘muda', masih perlu banyak kata serapan maupun kata-kata baru. Bandingkan dengan bahasa Jawa yang usianya lebih tua, maka bahasa Indonesia juga terlihat sangat terbatas. Tetapi yang muda ini bisa mati muda atau makin berkembang, sangat tergantung pada pemiliknya. Pemiliknya ya kita semua, orang Indonesia. Kalau kita malas menjadi produsen kata-kata bahasa Indonesia, tentu tidak lama kemudian bahasa Indonesia akan mati atau hilang. Mungkin akan hilang bukan di masa kita, tetapi di generasi selanjutnya. Generasi berikutnya tidak mengenal bahasa Indonesia dan  krisis identitas akibat generasi kita malas menjadi produsen.

Nah silakan pilih, mau jadi konsumen saja terus menerus atau produsen kata-kata demi generasi nanti?


http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=18393

resensi

Judul buku: Sang Pemimpi
Penulis: Andrea Hirata
ISBN: 979-3062-92-4
Penyunting: Imam Risdiyanto
Harga: Rp. 38.000,-

Sang Pemimpi adalah sebuah lantunan kisah kehidupan yang mempesona yang akan membuat anda percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, akan membuat anda percaya kepada Tuhan. Andrea akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran dimana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap, sekaligus kesedihan yang mengharu biru.
Tampak komik pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa Anda sadari kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai Anda. Karena potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini, Arai dan Ikal, akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar Anda dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar Anda menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan Anda sendiri.
“Kita tak ‘kan pernah mendahului nasib!” teriak Arai
“Kita akan sekolah ke Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apa pun yang terjadi!”

(http://sastrabelitong.multiply.com)