laki-laki jenius dengan masa lalu yang kelam. Hampir 20 tahun hidupnya dihabiskan dalam kesendirian dan kesepian. Meski, dua orang sahabatnya senantiasa menemani, Will yang yatim piatu masih menyimpan ketakutan masa lalu. Will yang berprofesi sebagai cleaning service di MIT berubah sejak dia kepergok menjawab soal matematika yang rumit. Melihat kegeniusan Will, Will di jadikan sebagai anak didiknya. Sayang, niat baik itu terhalang sikap Will yang mudah terpancing emosi. Karena sifatnya itu, Will hampir saja mendekam di balik jeruji besi akibat memukuli sekelompok preman. Namun,
Satu per satu psikiater datang untuk “menyembuhkan” Will. Tapi, hingga psikiater kelima, tidak ada seorang pun dari mereka yang tahan dengan sikap Will. Di tengah keputusasaannya, Prof.Gerald teringat Sean Maguire, psikiater yang juga kawan lamanya Sean pun akhirnya bersedia membantu Gerald untuk bertemu dengan Will.
Kesabaran Sean mulai diuji. Di awal pertemuan, Will kurang menunjukkan respon positif atas kehadiran Sean. Hampir semua pertanyaan Sean dianggap angin lalu oleh Will. Bukannya menyerah, Sean malah semakin tertarik mengenal sosok Will. Di pertemuan berikutnya, Sean lantas mencoba lebih dulu terbuka pada Will. Bahkan, Sean menceritakan masa-masa terberat dalam hidupnya ketika harus kehilangan istri yang dia cintai.
Langkah yang diambil Sean merupakan bentuk dari Self Disclosure. Bentuk komunikasi yang digunakan agar seseorang yang awalnya berada pada level “stranger” dapat meningkat pada level “close friend”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar